Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » Cara Mengidentifikasi Beras Plastik dan Bahaya Mengkonsumsi Beras Plastik

Cara Mengidentifikasi Beras Plastik dan Bahaya Mengkonsumsi Beras Plastik

Cara Mengidentifikasi Beras Plastik | Setelah sebelumnya admin membahas "Beras Plastik Yang Beredar Di Sekitar Kita". Kali ini admin akan membahas cara mengidentifikasi beras plastik. Beras yang bercampur bahan plastik beredar di masyarakat. Jika dilihat secara sekilas memang wujud beras asli dengan plastik hampir sama, namun ada 4 ciri untuk membedakannya.

perbedaan beras plastik dengan beras asli

Sucofindo yang merupakan BUMN di bidang bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian melalui Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo Adisam ZN. ada 4 ciri untuk membedakan antara beras plastik dengan beras asli:
  1. Pertama, dilihat secara bentuk, tampilan beras asli memiliki guratan dari bekas sekam padi
  2. Ciri kedua bisa dilihat dari ujung-ujung bulir beras. Beras asli terdapat warna putih di setiap ujungnya, warna tersebut merupakan zat kapur yang mengandung karbohidrat. Sedang beras bercampur plastik tidak ada warna putihnya.
  3. Selain itu kalau beras asli direndam di dalam air maka air akan bewarna putih dan beras akan lembek menjadi bubur. Sedangkan beras plastik jika direndam hasilnya tidak akan menyatu dan airnya tidak akan berubah menjadi putih di ujung-ujungya tidak ada warna putih zat kapur
  4. Ciri keempat adalah jika beras palsu ditaruh di atas kertas maka terlihat beras tidak natural, berbentuk lengkung, tidak ada patahan. "Kalau dipatahkan akan pecah menjadi bentuk kecil-kecil
  
Beras Asli, ada putih di ujungnya

Selain melihat fisik, cara mengetahui beras tersebut asli atau plastik bisa dengan merendam di dalam air dan memasaknya.

"Ambil beras segenggam lalu direndam air. Jika terlihat beras melembek, melebar seperti bubur dan air rendamannya berubah keruh, berarti itu beras asli," jelas Adisam.

"Kalau yang palsu airnya tidak keruh dan berasnya tidak mengembang," tambahnya.

Saat dimasak, beras yang asli menyerap air dan tidak menggumpal. Sedangkan beras plastik lengket dan menggumpal.
 
Mulai saat ini, cermatlah memilih beras. Jangan sampai perut kita dipaksa mengonsumsi nasi dari beras plastik. Sebab, beras yang mengandung bahan sintetis sangat membahayakan kesehatan.

Andriyanto menegaskan, plastik sangat tidak layak dikonsumsi. Bahan sintetis hanya boleh digunakan sebagai pembungkus. Itu pun harus dalam pengawasan. "Ada standarnya juga. Tidak semua jenis plastik bisa untuk membungkus makanan," ujar Andriyanto (Ketua Tim pangan dan Gizi Jatim). 
Menurut Ketua Tim Pangan dan Gizi Jatim Andriyanto ada beberapa efek bahaya jika mengkonsumsi beras plastik, seperti:
  1. mengatakan, plastik bukan merupakan bahan makanan. Sebab, masuknya senyawa plastik ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ. Misalnya, gangguan hati dan gagal ginjal. 
  2. Selain itu, mengonsumsi plastik juga dapat menyebabkan kanker. Sebab, plastik mengandung zat dioksin. Di mana, zat tersebut memiliki sifat karsinogenik. "Efek jangka panjangnya ya kanker," katanya. Bahkan, dia menambahkan, mengonsumsi plastik juga dapat menyebabkan kematian.

Berikut adalah gejala awal yang harus diwaspadai oleh masyarakat:
  1. Dia mengatakan, ada sejumlah gejala awal yang harus diwaspadai masyarakat. Mengonsumsi plastik dapat menyebabkan anoreksia atau kehilangan selera makan. Selain itu, gejala lainnya adalah mual dan pusing.
  2. Jika terlalu sering dikonsumsi, kandungan plastik pada beras plastik juga dapat menempel pada lambung. Gejala awalnya perut merasa sakit layaknya orang yang menderita maag. "Tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan kanker kolom atau kanker lambung," jelasnya.

Sedikit tips dari Adriyanto tentang beras yang baik.

  1. Andriyanto menjelaskan, ada tiga kandungan yang terdapat dalam beras. Yakni, karbohidrat, protein, dan vitamin B1. "Kandungan vitamin B itu yang membuat beras berwarna putih pudar," katanya.
  2. Dia menambahkan, beras sehat dilihat dari warnanya yang tidak terlalu putih dan tidak bening. "Biasanya putih pudar, lalu ada bintik di tengah," ucap Andriyanto.

Andriyanto berharap pemerintah bisa sigap dengan maraknya peredaran beras plastik. Selain membahayakan kesehatan, mencampur beras plastik ke dalam beras asli sudah masuk ke ranah kriminal.

Sebab, mengoplos beras sangat merugikan konsumen. "Mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap dan peredarannya bisa dihentikan," tandas Andriyanto.

Demikianlah artikel kali ini mengenai "Cara Mengidentifikasi Beras Plastik dan Bahaya Mengkonsumsi Beras Plastik". Semoga bermanfaat.
Disadur dari berbagai sumber

SHARE :
CB Blogger

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 LINTAS TANGSEL. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger